" Renungan Malam"
Sendiri Aku Melihat Alam,
Dimana Banyak keindahan,
Terdapat Warna disetiap Malam,
Ketika Cahaya Tak terpadamkan.
disudut kota aku mencari,
sebungkus Roti Pengganti Nasi,
Sejenak diri Aku Berhenti,
ini Ilusi Ataukah Mimpi..
sejenak Aku memandang,
Indahnya Laut Dibawah Bintang,
Ketika Hati berterus terang,
Kita Manusia Ataukah Binatang...
Dihari ini Aku bermimpi,
Mungkin disuatu hari,
kan tiba saatnya Nanti,
matahari menerangi bumi...
aku terbangun dari Iusi,
saat Mendengar Tangisan Bayi,
Dia menangis sambil Memaki,
Melihat Hidup didunia ini,
Seperti Tak ada Arti....!!
saat raga terpisah jiwa,
Sendiri Aku Melihat Alam,
Dimana Banyak keindahan,
Terdapat Warna disetiap Malam,
Ketika Cahaya Tak terpadamkan.
disudut kota aku mencari,
sebungkus Roti Pengganti Nasi,
Sejenak diri Aku Berhenti,
ini Ilusi Ataukah Mimpi..
sejenak Aku memandang,
Indahnya Laut Dibawah Bintang,
Ketika Hati berterus terang,
Kita Manusia Ataukah Binatang...
Dihari ini Aku bermimpi,
Mungkin disuatu hari,
kan tiba saatnya Nanti,
matahari menerangi bumi...
aku terbangun dari Iusi,
saat Mendengar Tangisan Bayi,
Dia menangis sambil Memaki,
Melihat Hidup didunia ini,
Seperti Tak ada Arti....!!
saat raga terpisah jiwa,
Setan Pun terus tertawa,
sebab Manusia termakan Hawa,
karena tak ada yang seperti dewa...
apakah kita terlupa,
diri ini tiada Artinya,
jika kita jauh darinya,
Siap-Siap tuk Masuk Neraka...!!!
sebab Manusia termakan Hawa,
karena tak ada yang seperti dewa...
apakah kita terlupa,
diri ini tiada Artinya,
jika kita jauh darinya,
Siap-Siap tuk Masuk Neraka...!!!
